“Marilah kita saling membantu dan berusaha menjadi warga negara biasa yang sempurna.” Kobato, yang pernah mengalami pengalaman pahit melalui aktivitas deduksi yang dikenal sebagai “pekerjaan kebijaksanaan,” bertekad untuk menjadi warga negara yang jujur dan rendah hati. Dia diam-diam membentuk hubungan timbal balik dengan teman sekelasnya, Osanai, yang memiliki aspirasi yang sama. Mereka berencana untuk memulai kehidupan sekolah menengah mereka sebagai warga biasa dan menjalani hari-hari yang damai. Namun, entah mengapa, insiden misterius dan kesialan terus datang bertubi-tubi dalam kehidupan sekolah mereka. Akankah Kobato dan Osanai berhasil mencapai hari-hari damai sebagai warga negara biasa?