Makoto dan teman-temannya telah hidup dengan melalui banyak perjumpaan dan perpisahan dengan banyak orang. Perjuangan mereka mungkin bukan demi kepentingan dunia, tapi untuk diri mereka sendiri. Meskipun begitu, mereka terus bertarung dengan keyakinan bahwa suatu hari nanti akan tercipta kedamaian tanpa adanya pertempuran. Namun mereka menyadari bahwa kehancuran adalah takdir yang harus dipikul oleh umat manusia.