Van, putra keempat dari seorang bangsawan berkuasa, baru berusia dua tahun saat ia mengingat kembali kehidupan masa lalunya sebagai seorang karyawan (salaryman) di Jepang. Berkat pemikiran orang dewasa dalam tubuh anak kecil, ia dianggap sebagai anak jenius… sampai akhirnya ia menunjukkan kemampuan “Sihir Produksi” saat menginjak usia delapan tahun. Di tengah keluarga yang mengutamakan sihir penyerangan, kemampuan mencipta ini dianggap tidak berguna dalam pertempuran. Akibatnya, Van diusir secara memalukan untuk mengelola sebuah desa kecil di pedesaan. Hanya ditemani pelayan pribadinya, ingatan masa lalu, serta sihir yang dianggap “tak berguna” tersebut, bisakah Van mengubah nasib desa kecil ini—sekaligus nasibnya sendiri—menjadi lebih baik?