Sejak kelas enam, teman masa kecil Yukiya Asagi dan Miku Sakura menciptakan sebuah permainan unik: bergantian mengucapkan “Aku cinta padamu” demi membuat satu sama lain tersipu malu. Empat tahun berlalu hingga mereka masuk SMA, persaingan ini masih terus berlanjut. Namun, seiring tumbuhnya benih-benih asmara di antara mereka, kalimat sederhana itu kini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar permainan. Meski keinginan untuk melepas status “teman masa kecil” makin besar, keduanya masih ragu dan enggan mengambil langkah pertama, takut akan apa yang terjadi saat permainan konyol mereka pada akhirnya benar-benar usai.